Sepi Saja

Riuh rendah keramaian kota kedua ini menyapa.
Rasa-rasanya ia adalah rumah yang ku duga.
Namun kini malah ragu tampak berupa.

ERK pun sempat bertanya hal yang sama “Dimana terang yang kau janjikan, aku kesepian..”*
Atas segala gelak dan canda disekeliling raga, aku malah merasa tak berdaya.
Jika memang percik harap muncul pada kesempatan entah ke berapa ini,
aku malah ingin ingkar terhadapnya.

Aku harus mendebat kalimat ERK yang sempat ku puja,
“Murung itu sungguh indah, melambatkan butir darah..”**
Fakta bahwa kita berdua kembali bertegur sapa, seharusnya membuatku bahagia,
tapi hari ini tidak ku rasa.

Jika memang dirimu mencibir cerita hidupku terdahulu, aku tak bisa bela setiap bagiannya.
Aku beranggapan ini adalah saat dimana ketuk tunggal bagian snare pada akhir “Lagu Kesepian” milik ERK sebelumnya.
Tegas dan memberikan klimaks.

Maaf ya, aku tak sempurna.
Mungkin aku hanya kesepian saja.
Riuh keramaian tak lagi membuat tentram,
aku mungkin mau berdua saja.

Padang, 30/7/2015
*Efek Rumah Kaca – Lagu Kesepian (2008)
**Efek Rumah Kaca – Melankolia (2007)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s