Jatuh Bebas

John Mayer – Free Fallin’ (Where The Light Is, 2008)

Entah apa yang ada dipikiran Tom Petty ketika menuliskan “Free Fallin’”. Lagu akustik cheesy dari debut albumnya. Namun justru lagu yang dinyanyikan seperti setengah hati ini adalah salah satu hits terbaiknya. Oh, saya tidaklah bagian dari generasi yang mendengarkan lagu ini. Namun saya terhanyut dari versi cover yang dibawakan John Mayer (Bukan Sabrina, camkan itu!).

John Mayer ini adalah masa peralihan saya. Sebuah titik perubahan menjelang kedewasaan. Setelah mendayu-dayu bersama kumpulan lelaki yang menari dan bernyanyi bersama (yups, boyband, saya mengakui itu). Kegelisahan remaja menumpuk dan saya memilih musik metal sebagai salah satu jalan keluar. Usai keriuhan itu, John Mayer datang.

Tuduh saja saya penggemar berat. Tapi sungguh saya mengetahui dari banyak detail lelaki flamboyan ini. Gaya bernyanyi. Gaya berpakaian. Yes, i’m one of his fanboy! Ketika akhirnya Mayer merilis sebuah album live bertajuk “Where The Light Is”, saya bisa merasakan bagaimana perubahan “branding” Mayer semenjak awal. Dalam konser di Los Angeles (2008) itu kita bisa lihat rangkuman sisi musikalitas John Mayer.

Satu lagu yang terselip dalam album itu ada disesi akustik awal. Lagu “Free Fallin’” yang saya bahas di paragraf pembuka. Hari ini, lagu itu berbicara melalui saya. 7 tahun setelah saya mendengarkannya pertama kali, justru hari ini saya merasa “jatuh bebas”. Bukan ketika saya patah hati berkeping-keping. Hari ini, 5 Juli 2015.

Petikan gitar akustik yang lembut itu bersambut suara pelemah iman milik John Mayer, dengan latar suara penonton yang meleleh karenanya. Kisahmu dan kisahku yang bertautan secara tak sengaja sungguh seperti cerita lagu ini. Kamu adalah gadis yang baik, dan aku hanyalah lelaki jahat yang meninggalkanmu. Tapi seperti aku ceritakan berkali-kali. Bahwa tak ada sekalipun sakit hati yang kamu jejakkan di tempatku. Kenyataan yang membuat kita harus terpisah sekarang, membuatku jatuh bebas pada ketiadaan.

Saya tidak sedih terhanyut. John Mayer meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja. Mungkin karena John memisahkan dua kata utama lagu ini. “Free” ia sampaikan dengan menggambarkan ada kebebasan yang menanti didepan. Dan pada bagian “Fallin’” kendati bermakna jatuh (negatif), tapi ini adalah sebaik-baiknya jatuh. Jatuh bebas pada ketiadaan.

Seketika saya harus berterimakasih pada Tom Petty dan Jeff Lynne atas lirik yang indah ini. Namun tetaplah John Mayer yang menyampaikan dengan begitu sempurna pada saya. Thx John. Dan untuk dirimu yang berjanji tak membaca tulisanku, ketika akhirnya kamu membaca tulisan ini. Ketahuilah bahwa begitu banyak yang dapat terjadi kelak nanti, mungkin aku tak berani berjanji, tapi aku hanya tak ingin ingkari. Percaya saja, suatu hari, kita bertemu kembali.

*Duduk di ruang tunggu bandara, aku tak meninggalkanmu, aku memberikanmu waktu – Ngurah Rai Airport | 5/7/2015

“Free Fallin'”

She’s a good girl, loves her mama
Loves Jesus and America too
She’s a good girl, crazy ’bout Elvis
Loves horses and her boyfriend too

It’s a long day livin’ in Reseda
There’s a freeway runnin’ through the yard
And I’m a bad boy, ’cause I don’t even miss her
I’m a bad boy for breakin’ her heart

[Chorus:]
And I’m free, I’m free fallin’

All the vampires walkin’ through the valley
Move west down Ventura Blvd.
And all the bad boys are standing in the shadows
All the good girls are home with broken hearts

[Chorus]

I wanna glide down over Mulholland
I wanna write her name in the sky
I wanna free fall out into nothin’
Gonna leave this world for awhile

[Chorus]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s